Sebanyak 3.006 Peserta Lolos SNMPTN Unsri 2015

10 May

Berdasarkan hasil seleksi calon mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2015, ada 3.006 peserta termasuk peserta Bidik Misi yang berhasil lolos dari kuota yang disediakan sebanyak 3.010. Hasil pengumuman tersebut dapat segera diakses ke situs Unsri di http://www.unsri.ac.id atau http://www.reg.unsri.ac.id, sejak Sabtu (9/5/2015) pukul 17.00 WIB.

Penanggung jawab SNMPTN 2015, Prof Dr Ir Anis Sagaff MSCE menjelaskan, calon mahasiswa yang dinyatakan lolos wajib melaksanakan beberapa tahapan. Dimulai dengan regisrasi online di situs tersebut dengan menggunggah foto secara online.

“Hasil registrasi online agar diserahkan ke panitia verifikasi Unsri, sesuai jadwal yang ditentukan yakni 25-29 Mei 2015,” ujarnya.

Selama verifikasi, peserta diwajibkan membawa rapor asli, surat keterangan lulus dari sekolah, kartu keluarga, surat pernyataan tidak akan mundur jika diterima jalur SNMPTN dan surat pernyataan dari orang tua untuk menyanggupi biaya kuliah atau UKT (uang kuliah tunggal). “Orangtua atau wali peserta SNMPTN harus ikut saat verifikasi, agar bisa dijelaskan menegnai besaran UKT,” jelasnya.

Ia menegaskan, pada saat verifikasi siswa wajib datang, dengan membawa sejumlah berkas persyaratan. Sedangkan bagi calon mahasiswa yang juga penerima Bidik Misi cukup mengisi data yang telah ditentukan dan tidak perlu hadir di tanggal tersebut. “Nanti akan ada petugas yang melakukan visitasi dan verifikasi ke rumah calon mahasiswa. Dan harap mempersiapkan datanya,” ungkapnya.

 

Panduan Pendaftaran SBMPTN 2015

Advertisements

Peminat ke ITB dari Jalur SNMPTN Berkurang

31 May

Jumlah pendaftar masuk ke Institut Teknologi Bandung dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2014 ini berkurang. Penurunannya dibanding pendaftar tahun lalu mencapai 6.000 orang lebih.

Wakil Rektor Bidang Mahasiswa dan Akademik ITB Kadarsah Suryadi mengatakan pendaftar ke ITB dari jalur SNMPTN tahun ini 23.512 siswa. Sedangkan pada tahun lalu, peminatnya mencapai 29.000 orang lebih. “Mungkin pendaftar sekarang lebih realistis dan melihat situasi belajarnya di sekolah,” ujarnya kepada Tempo, Selasa, 27 Mei 2014.

SNMPTN merupakan jalur penerimaan masuk kampus negeri berdasarkan seleksi rapor dan prestasi lainnya. ITB tahun ini total menerima mahasiswa dan mahasiswi baru sebanyak 3.560 orang. Jumlah kuota tersebut, menurut Kadarsah, tetap seperti tahun lalu.

ITB sekarang mengalokasikan jatah kursi dari SNMPTN sebanyak 60 persen atau untuk 2.139 orang, termasuk 591 pendaftar Beasiswa Pendidikan bagi Mahasiswa Berprestasi (Bidik Misi) untuk yang tidak mampu. Sisa kuota 40 persen atau 1.424 orang dikhususkan untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Menurut Kadarsah, ITB sekarang lebih banyak menerima calon mahasiswi dibanding mahasiswa dari jalur SNMPTN. Jumlah calon mahasiswa baru berjumlah 1.028 orang, sementara mahasiswinya 1.111 orang. “Baru kali ini SNMPTN ITB lebih banyak menerima mahasiswi,” katanya. Pengumuman hasil SNMPTN sudah bisa dilihat di website SNPMTN mulai pukul 12.00 WIB hari ini.

Seorang pendaftar SNMPTN, Annisa Azalia Herwandani, merasa senang bisa diterima pada pilihan pertamanya, yakni Teknik Industri ITB. Annisa merupakan pelajar peringkat kedua nasional yang meraih nilai ujian nasional SMA jurusan IPA tertinggi. “Saya akan bikin acara syukuran di sekolah sama teman-teman,” kata pelajar SMAN 2 Bandung tersebut.

Menurut dia, rekan seangkatannya yang juga meraih nilai ujian nasional SMA jurusan IPA tertinggi pada peringkat kedelapan, yaitu Ranisa Larasati, diterima masuk Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. “Kembarannya, Rinesa, diterima di Fakultas Kedokteran UGM,” ujarnya.

Sekolah Bisnis Manajemen ITB Jadi Favorit di SNMPTN 2014

31 May

Sebagai salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia, program studi (prodi) favorit para peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 di Institut Teknologi Bandung (ITB) justru Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB.

Menurut Rektor ITB Akhmaloka, jurusan favorit di ITB berbanding terbalik dengan tingkat kesulitan atau passing grade jurusan tersebut. Prodi dengan passing grade tertinggi di ITB, kata Akhmaloka, belum tentu menjadi jurusan paling populer.

“Di ITB, SBM itu paling banyak peminatnya. Tapi bukan terbaik atau passing gradenya paling tinggi. kalau passing gradenya paling tinggi itu Fakultas Teknologi Industri (FTI), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, serta Fakultas Pertambangan dan Perminyakan. Jurusan yang tinggi passing gradenya tinggi belum tentu paling populer,” ujar Akmaloka ketika dihubungi Okezone, Kamis (29/5/2014).

Dia menjelaskan, jurusan dengan passing grade paling tinggi justru memiliki tingkat persaingan yang paling rendah. Namun, lanjutnya, setiap calon mahasiswa yang berkompetisi dalam jurusan tersebut memiliki prestasi akademis yang sangat baik.

“Tahun lalu ada data Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), yang paling tinggi nilainya seluruh Indonesia masuk FTI ITB. Meski passing gradenya paling tinggi, tapi kompetisi paling kecil, sekitar 1:10 dibandingkan SBM ITB yang bisa mencapai 1:15. Artinya yang daftar di situ anak-anak ranking satu,” paparnya.

Keadaan berbeda terjadi pada SBM ITB yang menjadi prodi favorit para peserta SNMPTN 2014 di ITB. Menurut, Akhmaloka, kadang-kadang memang tidak ada korelasi dengan prodi paling favorit dengan yang paling sulit untuk ditembus.

Mantan Ketua Panitia SNMPTN dan SBMPTN 2013 itu menambahkan, SBMP ITB banyak diserbu oleh para pelajar karena jurusan tersebut memungkinkan para pelajar bidang studi IPS menjadi mahasiswa ITB. Sebab, mayoritas prodi di ITB berlatarbelakang pendidikan eksak.

“Hampir semua jurusan di ITB untuk bidang studi IPA. Sedangkan SBM ITB itu bisa untuk anak IPS. Selama ini kan anak IPS hanya bisa masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Dalam SNMPTN, untuk SBM ITB kami mintanya jurusan IPS, tapi IPA juga boleh,” tutup Akhmaloka.

6 Juni, Biodata Calon Mahasiswa Baru Harus Masuk

30 May

Calon Mahasiswa Baru yang telah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diwajibkan mengunggah biodata dan besaran penghasilan orang tua hingga 6 Juni nanti. Data tersebut akan menjadi acuan penentuan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing mahasiswa.

Disampaikan Kordinator Humas dan Publikasi Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Tunjung W. Sutirto, ada yang perlu diperhatikan bagi peserta SNMPTN yang lolos. “Peserta yang diterima, sampai dengan 6 Juni nanti harus mengunggah biodata dan penghasilan orang tua di atas materai. Data tersebut kemudian diunggah secara online,” ujar dia saat ditemui, Rabu (28/5/2014).

Selanjutnya, data tersebut akan diolah. Sehingga pada 9 Juni sudah didapatkan data mengenai besaran UKT masing-masing mahasiswa. “Besaran UKT itu terdapat lima skema yang didasarkan dari input data penghasilan orang tua masing-masing. Tapi itu untuk yang non bidikmisi. Kalau yang Bidikmisi prosesnya sudah selesai,” terang dia.

Tunjung mengatakan, data UKT tersebut kemudian akan diterbitkan 10 Juni 2014. Data itu pula yang nantinya menjadi penentu pada proses administrasi pada 17 Juni.

Berdasarkan data yang telah diolah di UNS, terdapat 2.441 orang yang lolos SNMPTN dan masuk UNS. Untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNS menerima sebanyak 160 orang, Fakultas Hukum 200 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 182 orang, Fakultas Kedokteran 170 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 680 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 208 orang, Fakultas Pertanian 355 orang, Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) 233 orang, dan Fakultas Teknik 243 orang. Dari jumlah pendaftar yang diterima tersebut, 618 orang di antaranya pendaftar Bidikmisi.

Di sisi lain, pada hari pengumuman SNMPTN pada Selasa (27/5), terjadi peningkatan pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Untuk hari itu saja, data menunjukkan adanya peningkatan pendaftar sebanyak 588 orang.

“27 [Mei] lalu memang terjadi peningkatan untuk pendaftaran SBMPTN sebanyak 588 pendaftar. Dibandingkan sebelum hari pengumuman, terjadi peningkatan,” ujar dia.

Sejak dibuka pendaftaran pada 12 Mei lalu, total pendaftar yang masuk hingga Rabu sebanyak 3.123 pendaftar. Jumlah itu terdiri dari 1.123 pendaftar bidang Saintek, 1.501 pendaftar bidang soshum, dan 499 pendaftar bidang campuran.

Pendaftaran dan Pengisian Boran SBMPTN

Remaja Tunawisma Raih Nilai Sempurna & Beasiswa Kuliah

29 May

Lulus dari sekolah dengan nilai sempurna serta meraih beasiswa penuh di kampus idaman akan menjadi pencapaian terbaik bagi semua siswa SMA. Tetapi bagi Rashema Melson, perjalanan menuju kesuksesan akademik memiliki makna lebih.

Menurut FOX 5, seperti dilansir Huffington Post, Kamis (29/5/2014), gadis 18 tahun ini tinggal di salah satu rumah singgah di Washington DC selama dua tahun terakhir. Di sana, Melson bersama ibu dan saudara-saudaranya harus mengonsumsi roti yang terkadang sudah berjamur dan tidur di kamar yang juga didiami tikus.

“Kerasnya kehidupan mendorong saya untuk menjadi lebih baik dan mengetahui apa yang saya inginkan dalam hidup dan bahwa hidup penuh kekurangan seperti ini bukanlah apa yang saya inginkan. Tetapi saya tetap harus menjalaninya untuk saat ini,” kata Melson.

Siswi Anacostia High School ini tidak hanya mendapatkan nilai sempurna. Bahkan, dia akan berkuliah di Georgetown University dengan beasiswa penuh di program studi biologi.

Melson mengaku tidak kesulitan meski hidup dalam keterbatasan. “Misalnya, ketika Anda tidak menginginkan sesuatu tetapi Anda harus melakukannya, itu adalah sebuah perjuangan. Saya ingin sukses, itu tujuan hidup saya,” kata pegiat atletik ini.

Pendaftaran SBMPTN dan Pengisian Borang SBMPTN

Tidak Registrasi, Status Maba Bisa Dicabut

29 May

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menegaskan jika para calon mahasiswa yang dilolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 harus mengikuti registrasi online dan verifikasi berkas jika ingin dinyatakan sebagai mahasiswa secara resmi. Jika tidak, pihak kampus menjamin akan mencabut status calon mahasiswa baru (maba) tersebut.

“Hal yang perlu diperhatikan adalah, status penerimaan sebagai mahasiswa Unsoed dinyatakan batal kalau calon tidak melakukan registrasi online, tidak menghadiri pengarahan, verifikasi berkas, mengisi data palsu, dan atau tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan. Termasuk memberi keterangan palsu pada saat mendaftar maupun mendaftar ulang sebagai mahasiswa baru Unsoed,” Koordinator Humas SNMPTN Unsoed Wisnu Widjanarko, seperti dilansir dari laman Unsoed, Rabu (28/5/2014).

Wisnu menyebut, langkah pertama yang harus dilakukan para peserta yang dinyatakan lolos SNMPTN ialah melakukan registrasi secara online melalui laman http://registrasi.unsoed.ac.id. Dalam durasi waktu 5-10 Juni 2014, mereka harus mengisi biodata di laman tersebut.

Selanjutnya, pada 17 Juni 2014 para calon mahasiswa baru wajib hadir untuk mengikuti kegiatan verifikasi fisik, berkas dan pengarahan akademik di Gedung Auditorium dan Sub Bagian Registrasi-Statistik Unsoed mulai pukul 08.00 WIB.

“Ini tidak bisa diwakilkan. Calon mahasiswa wajib memakai baju putih lengan panjang, berdasi warna hitam dengan bawahan warna hitam, dan jangan lupa bersepatu,“ tuturnya.

Ada pun pada hari tersebut, para calon mahasiswa wajib membawa sejumlah dokumen. Mulai dari Kartu Tanda Peserta SNMPTN Tahun 2014 dan bukti registrasi online yang dicetak dari sistem pada  saat pengisian biodata di laman http://registrasi.unsoed.ac.id.
Pengisian Borang SBMPTN
“Kemudian mereka juga harus membawa STTB/Ijazah UASBN/UAN beserta fotokopi yang sudah dilegalisir sebanyak satu lembar. Fotokopi rapor lengkap yang sudah dilegalisir sebanyak rangkap satu dan pernyataan kesanggupan pembayaran biaya pendidikan/Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dicetak dari sistem, bermeterai Rp 6.000, ditanda tangani mahasiswa dan orangtua,” urai Wisnu.

Mereka, lanjutnya, juga harus membawa pernyataan untuk mentaati semua peraturan maupun tata tertib yang berlaku di Unsoed yang dicetak dari sistem, bermaterai Rp6 ribu, serta ditandatangani mahasiswa dan orangtua. Kemudian, diperlukan fotokopi Kartu Keluarga, Rekening Listrik, SPPT/PBB, Daftar Penghasilan Orang Tua/Wali (Suami dan Istri) dan jika wiraswasta, diperlukan adanya  surat pernyataan penghasilan dari desa/kelurahan.

“Para calon mahasiswa juga harus membawa pasfoto berwarna ukuran 4×6 sebanyak satu lembar dengan ketentuan muka menghadap lurus ke depan, latar belakang warna merah, baju putih lengan panjang, dan dasi warna hitam. Selain itu, mereka juga harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan dan Bebas NAPZA dari Dokter Rumah Sakit atau Unit Pelayanan Kesehatan lainnya. Khusus untuk prodi kelompok IPA ditambah surat keterangan tidak buta warna,” tutupnya.

Cara mendaftar SBMPTN Online

Mahasiswa Unsoed Bantu Anak di Banyumas untuk Kuliah

29 May

Pendaftaran dan pengisian Borang SBMPTN – Tidak semua anak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tidak hanya alasan finansial, larangan dari orangtua pun terpaksa membuat anak-anak tersebut mengurungkan niat untuk kuliah.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mewujudkan kepedulian mereka dengan membuat gerakan Tentor Anak Bangsa. Program tersebut dimaksudkan untuk mengakselerasi kesempatan siswa-siswa di Banyumas.

“Program ini merupakan program pendampingan bagi siswa-siswi SMA/sederajat yang berprestasi namun kurang mampu. Tentor memiliki tugas dan fungsi untuk terus mendampingi dan membimbing siswa dampingannya untuk mendapatkan beasiswa,” ujar Menteri Koordinator Eksternal BEM Unsoed Ikbal Taufik, seperti disitat dari situs Unsoed, Rabu (27/5/2014).

Dalam grand opening program tersebut hadir sekira 40 siswa dan tentor. Untuk membantu memberikan pemahaman terkait beasiswa, dalam kesempatan tersebut mereka juga membuka stand informasi terkait beasiswa yang tersedia untuk tahun ini.

“Semoga dengan program ini semakin banyak anak bangsa yang dapat mengenyam pendidikan tinggi bagaimanapun keadaan ekonomi mereka,” ungkapnya.

Salah seorang relawan BEM Unsoed Iqbal Unsoed menambahkan, para relawan BEM telah menyusuri beberapa sekolah di wilayah Banyumas, melakukan sosialisasi, dan edukasi tentang kesempatan melanjutkan pendidikan. Bahkan mereka juga membantu proses penyiapan bagi yang membutuhkan terutama untuk program Bidik Misi.

“Ada banyak faktor mengapa seorang siswa tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi. Selain faktor ekonomi ternyata faktor lingkungan dan orangtua juga berpengaruh. Ada siswa yang diterima Bidik Misi dan akhirnya mengundurkan diri karena tidak diizinkan orangtuanya. Orangtuanya takut mengkuliahkan anak mereka meskipun gratis,” papar Iqbal.

Contoh Soal SBMPTN Saintek